Peosna Pantai Ngobaran Gunungkidul

Hotel di Jogja. Pantai Ngobaran merupakan salah satu tempat wisata alam yang terletak di gugusan laut pantai selatan tepatnya di Desa Kanigoro, kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 2 km dari pantai Ngrenehan.

Pantai Ngobaran Gunungkidul - Hotel di Jogja

Pantai Ngobaran Gunungkidul – Hotel di Jogja

Pantai ini sangat indah jika air surut maka tampaklah kolam kolam kecil yang terbentuk dari karang karang yang tertutp oleh alga (rumput laut yang hijau sebagai bahan baku kosmetik) dan terdapat banyak biota laut lainnya yang mungkin terjebak di kolam karang tersebut. Hotel di Jogja Hal inilah yang menopanng kehidupan nelayan darat yakni para nelayan yang tidak memerlukan kapal atau perahu untuk mendapatkan hasil laut cukup beraktifitas dipinggir pantai. Biota laut yang sering di dapat adalah Lobster, landak laut, kerang-kerangan, bintang laut dan rumput laut itu sendiri tentunya.

Pantai Ngobaran ternyata kaya pesona budaya, mulai dari pura, masjid yang menghadap ke selatan, hingga potensi kuliner terpendam yaitu landak laut goreng. Hotel di Jogja Datang ke Pantai Ngrenehan dan menikmati ikan bakarnya belum lengkap kalau tak mampir di pantai sebelahnya, Ngobaran. Letak pantai yang bertebing tinggi ini hanya kurang lebih dua kilometer dari Pantai Ngrenehan.

Hamparan alga di Pantai Ngobaran

Ngobaran merupakan pantai yang cukup eksotik. Kalau air surut, anda bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik yang berwarna hijau maupun coklat. Hotel di Jogja Jika dilihat dari atas, hamparan alga yang tumbuh di sela-sela karang tampak seperti sawah di wilayah padat penduduk. Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan.

Pantai Ngobaran - Hotel di Jogja

Pantai Ngobaran – Hotel di Jogja

Tapi yang tak terdapat di pantai lain adalah pesona budayanya, mulai dari bangunan hingga makanan penduduk setempat. Satu diantaranya yang menarik adalah adanya tempat ibadah untuk empat agama atau kepercayaan berdiri berdekatan. Bangunan yang paling jelas terlihat adalah tempat ibadah semacam pura dengan patung-patung dewa berwarna putih. Hotel di Jogja Tempat peribadatan itu didirikan tahun 2003 untuk memperingati kehadiran Brawijaya V, salah satu keturunan raja Majapahit, di Ngobaran. Orang yang beribadah di tempat ini adalah penganut kepercayaan Kejawan. Nama “Kejawan” menurut cerita berasal dari nama salah satu putra Brawijaya V, yaitu Bondhan Kejawan. Pembangun tempat peribadatan ini mengaku sebagai keturunan Brawijaya V dan menunjuk salah satu warga untuk menjaga tempat ini.

Berjalan ke arah kiri dari tempat peribadatan tersebut, Anda akan menemui sebuah Joglo yang digunakan untuk tempat peribadatan pengikut Kejawen. Menurut penduduk setempat, kepercayaan Kejawen berbeda dengan Kejawan. Bila terus menyusuri jalan setapak yang ada di depan Joglo, terdapat sebuah kotak batu yang ditumbuhi tanaman kering. Hotel di Jogja Tanaman tersebut dipagari dengan kayu berwarna abu-abu. Titik dimana ranting kering ini tumbuh konon merupakan tempat Brawijaya V berpura-pura membakar diri. Langkah itu ditempuhnya karena Brawijaya V tidak mau berperang melawan anaknya sendiri, Raden Patah (Raja I Demak).

Beberapa meter dari kotak tempat ranting kering tumbuh terdapat pura untuk tempat peribadatan umat Hindu. Tak jelas kapan berdirinya pura tersebut. Di bagian depan tempat ranting tumbuh terdapat sebuah masjid berukuran kurang lebih 3×4 meter. Bangunan masjid cukup sederhana karena lantainya pun berupa pasir. Seolah menyatu dengan pantainya. Uniknya, jika kebanyakan masjid di Indonesia menghadap ke Barat, masjid ini menghadap ke selatan. Bagian depan tempat imam memimpin sholat terbuka sehingga langsung dapat melihat lautan.Hotel di Jogja